Dan hari ini pula, tepatnya pukul 12.45 WIB, kakak dari mamaku yang nomer 6 meninggal dunia..
Ya Allah, cobaan apa lagi yang Kau berikan kepada keluarga mamaku? satu persatu keluarganya Kau ambil dan menorehkan sebuah kepedihan diatas kepedihan yang belum usai. Belum juga kering makam Om Yogi, kini Kau panggil Om Koko untuk menghadapMu di istana megah Mu.
Kalau dilihat lagi kebelakang, memang inilah jalan yang terbaik untuk keduanya. Om Yogi yang dengan latar belakang keluarga dan istri yang begitu rupa dengan segala kericuhannya, kini tlah tenang disisi Mu. Om Koko yang telah ditinggal Tante Tatik untuk selamanya dan menghadapi pertarungan dengan stroke yang harus ia hadapi dengan penuh semangat kini tlah menyusul istri tercinta.
Hanya saja, yang aku pikirkan saat ini adalah bagaimana nasib dari Dek Jodi yang notabene anak semata wayang dari Om Koko dan Tante Tatik??
Sanggup kah ia hidup sebatang kara sebagai anak Yatim Piatu??
Jujur, aku sendiri nggak bisa membayangkannya..aku terlalu takut untuk membayangkannya. Tapi aku ingin sekali memberikan kekuatan bagi Dek Jodi agar tetap terus menatap masa depan dan terus berjalan untuk meraih apa yang tlah ia impikan.
Saat ini, detik ini, ketika aku menuangkan perasaan ini dalam blog ini, membuatku ingin sekali ada disisi sepupuku itu. Ingin rasanya aku memberikan dukungan kepadanya. Ingin rasanya aku menghiburnya. Menangis bersama tertawa bersama..
Ketika aku menulis disini, aku jadi teringat masa dimana dulu seluruh keluarga besar dari mama sering berkumpul bersama tiap tahunnya. Entah waktu lebaran, natal, atau tahun baru..
Ketika lebaran, seluruh keluarga besar kumpul di rumah Malang dan sholat Ied bersama di Lapangan Kodam. Kemudian ada tradisi sungkem dan makan ketupat sama opor ayam yang jadi menu andalan ketika Hari Raya Idul Fitri. Kemudian dilanjutkan dengan keliling perumahan untuk silaturahmi ke tetangga dan terakhir ke pemakaman untuk ziarah.
Ketika malam tahun baru, seluruh keluarga besar berkumpul dan saling bercerita apa saja resolusi yang ingin diraih ditahun yang baru. Keliling kota Malang yang rame banget oleh anak2 muda yang ingin merayakan malam pergantian tahun baru bersama orang terkasih. Melihat kembang api waktu pergantian tahun.
Semua itu rasanya bikin aku merasa kangen banget untuk kembali mengulangi masa2 indah itu. Tapi, sekarang kebanyakan terlalu memikirkan diri sendiri atau individual tinggi. Kalau nggak disuruh kumpul bareng cuma sekedar membagi kabar atau melepas kerinduan satu sama lain pasti nggak akan ada yang mau dateng.
Tapi sekarang aku malah merasa hampir nggak bisa mengenali siapa saja keluarga dari mama karena saking individual sekali. Semuanya terlalu berambisi dengan impian dan cita2nya. Sebenarnya, itu wajar saja terjadi, tapi apakah dengan melupakan kebersamaan sebagai keluarga besar yang solid?
Aku benar2 kangen banget dengan keluarga besar mama yang seperti itu. Aku ingin sekali bisa seperti dulu lagi. Tapi, sekarang Om Yogi, Om Koko dan Tante Tatik sudah nggak bisa lagi berkumpul bersama. Hanya kenanganlah yang bisa menyatukan segalanya. Hanya kenangan2 yang dulu pernah terciptalah yang masih tersisa diantara puing2 ambisi dan obsesi tinggi manusia individualis.
Selamat Jalan Om Yogi dan Om Koko.. Semoga amal dan ibadah Om Yogi dan Om Koko dapat diterima oleh Allah SWT dan semoga diberikan tempat yang layak disisiNya.. Amin..