Friday, April 22, 2011

Terkenang..

Hari ini..tepat 12 hari setelah meninggalnya kakak dari mamaku yang nomer 5 meninggal dunia.
Dan hari ini pula, tepatnya pukul 12.45 WIB, kakak dari mamaku yang nomer 6 meninggal dunia..

Ya Allah, cobaan apa lagi yang Kau berikan kepada keluarga mamaku? satu persatu keluarganya Kau ambil dan menorehkan sebuah kepedihan diatas kepedihan yang belum usai. Belum juga kering makam Om Yogi, kini Kau panggil Om Koko untuk menghadapMu di istana megah Mu.

Kalau dilihat lagi kebelakang, memang inilah jalan yang terbaik untuk keduanya. Om Yogi yang dengan latar belakang keluarga dan istri yang begitu rupa dengan segala kericuhannya, kini tlah tenang disisi Mu. Om Koko yang telah ditinggal Tante Tatik untuk selamanya dan menghadapi pertarungan dengan stroke yang harus ia hadapi dengan penuh semangat kini tlah menyusul istri tercinta.

Hanya saja, yang aku pikirkan saat ini adalah bagaimana nasib dari Dek Jodi yang notabene anak semata wayang dari Om Koko dan Tante Tatik??
Sanggup kah ia hidup sebatang kara sebagai anak Yatim Piatu??

Jujur, aku sendiri nggak bisa membayangkannya..aku terlalu takut untuk membayangkannya. Tapi aku ingin sekali memberikan kekuatan bagi Dek Jodi agar tetap terus menatap masa depan dan terus berjalan untuk meraih apa yang tlah ia impikan.

Saat ini, detik ini, ketika aku menuangkan perasaan ini dalam blog ini, membuatku ingin sekali ada disisi sepupuku itu. Ingin rasanya aku memberikan dukungan kepadanya. Ingin rasanya aku menghiburnya. Menangis bersama tertawa bersama..


Ketika aku menulis disini, aku jadi teringat masa dimana dulu seluruh keluarga besar dari mama sering berkumpul bersama tiap tahunnya. Entah waktu lebaran, natal, atau tahun baru..

Ketika lebaran, seluruh keluarga besar kumpul di rumah Malang dan sholat Ied bersama di Lapangan Kodam. Kemudian ada tradisi sungkem dan makan ketupat sama opor ayam yang jadi menu andalan ketika Hari Raya Idul Fitri. Kemudian dilanjutkan dengan keliling perumahan untuk silaturahmi ke tetangga dan terakhir ke pemakaman untuk ziarah.

Ketika malam tahun baru, seluruh keluarga besar berkumpul dan saling bercerita apa saja resolusi yang ingin diraih ditahun yang baru. Keliling kota Malang yang rame banget oleh anak2 muda yang ingin merayakan malam pergantian tahun baru bersama orang terkasih. Melihat kembang api waktu pergantian tahun.

Semua itu rasanya bikin aku merasa kangen banget untuk kembali mengulangi masa2 indah itu. Tapi, sekarang kebanyakan terlalu memikirkan diri sendiri atau individual tinggi. Kalau nggak disuruh kumpul bareng cuma sekedar membagi kabar atau melepas kerinduan satu sama lain pasti nggak akan ada yang mau dateng. 

Tapi sekarang aku malah merasa hampir nggak bisa mengenali siapa saja keluarga dari mama karena saking individual sekali. Semuanya terlalu berambisi dengan impian dan cita2nya. Sebenarnya, itu wajar saja terjadi, tapi apakah dengan melupakan kebersamaan sebagai keluarga besar yang solid?

Aku benar2 kangen banget dengan keluarga besar mama yang seperti itu. Aku ingin sekali bisa seperti dulu lagi. Tapi, sekarang Om Yogi, Om Koko dan Tante Tatik sudah nggak bisa lagi berkumpul bersama. Hanya kenanganlah yang bisa menyatukan segalanya. Hanya kenangan2 yang dulu pernah terciptalah yang masih tersisa diantara puing2 ambisi dan obsesi tinggi manusia individualis.



Selamat Jalan Om Yogi dan Om Koko.. Semoga amal dan ibadah Om Yogi dan Om Koko dapat diterima oleh Allah SWT dan semoga diberikan tempat yang layak disisiNya.. Amin..

Sunday, February 27, 2011

28.02.2011

"Ketika satu beban tlah tersingkirkan dari pundak ini. Kini masih ada beberapa beban lainnya yang masih bertengger manis dipundak ini yang harus cepat disingkirkan."

Kalimat tadi adalah ungkapan yang sesungguhnya yang aku rasakan saat ini dan beberapa bulan belakangan ini. Salah satunya adalah permintaan maafku untuk teman-temanku yang ada di kampusku yang lama. Mereka nggak tau kalo aku memutuskan untuk transfer, mereka hanya tau kalo aku ini masih disana. Banyak banget hal-hal yang sudah aku lakukan dikampus itu. Mulai dari senang, sedih, susah bahkan sampai pulang pagi pun pernah kita lakukan karena saking banyaknya tugas yang mengharuskan kita menginap dikampus. 

Aku masih ingat ketika aku masih aktif ikut ekstra kurrikuler Paduan Suara dan aktif dalam kepanitiaan. Sudah pernah aku lakukan semuanya. Hanya saja ada beberapa hal yang membuat aku semakin merasa bersalah. Selama beberapa bulan terakhir ini aku selalu menghindar dari mereka karena permasalahan yang ada pada diri sendiri dan masalah perkuliahanku yang semakin menurun serta membuat aku sangat jenuh.

Aku akan selalu mengingat kalian dan akan selalu ada di hatiku yang paling dalam. Aku janji suatu saat aku akan kembali bersama dengan kalian untuk menghadapi tantangan-tantangan yang diberikan dunia ini.

Saat ini aku ingin mengucapkan dua kata, yaitu maaf dan terimakasih.

Maaf, karena selama ini aku sudah merepotkan kalian semua sebagai sahabatku.
Maaf, karena aku sudah sering kalo membuat kalian marah, jengkel, bahkan sakit hati.
Maaf, karena aku sudah membuat kalian sering kecewa karena sikapku yang selalu egois.
Maaf, karena aku selalu membuat kalian sakit hati karena sikap dan perkataanku.
Maaf, karena aku sudah membuat kalian menangis.
Maaf...

Terimakasih, karena kalian sudah memberikan aku semangat hidup.
Terimakasih, karena kalian sudah membuka mataku tentang hidup.
Terimakasih, karena kalian selalu ada disaat kubutuhkan.
Terimakasih, karena kalian selalu memberikan warna dalam hidupku.
Terimakasih, karena kalian selalu memberikan senyuman tulus padaku.
Terimakasih, atas semua yang sudah kalian berikan yang nggak bisa aku sebutkan semuanya.
Terimakasih...

Tuesday, February 22, 2011

Finally..

Akhirnya, ada sedikit cahaya terang dijalanku. Ada sedikit keringanan beban yang aku rasakan. Tapi, ada banyak penyesalan yang mengapa nggak aku lakukan dari dulu? 
Memang terlambat sekali kalau aku memutuskan sekarang. Tapi bukankah ada pepatah yang bilang "lebih baik terlambat daripada nggak sama sekali"??

Aku nggak ada maksud buat meremehkan, tapi nggak berarti juga aku "menciut" karena apa yang sudah ada dihadapanku. Aku juga bukan berarti akan berniat mundur dari apa yang sudah aku ambil. Aku akan terus jalan menuju masa depanku. Aku harus merubah semuanya!!

Aku capek dengan semuanya yang sudah terjadi! Aku capek dengan semuanya yang membuat aku semakin terpuruk! Aku harus mengambil bintang di langit untuk menentukan nasib dan masa depanku nantinya..

Semoga apa yang sudah aku putuskan ini nggak akan membuat aku untuk mundur lagi dan menyerah. Aku juga harus yakin dengan semua keputusan yang aku ambil ini dan menjadi lebih bisa mengambil keputusan dengan cepat. I have to do it!!

23.02.2011

Semakin lama membuatku semakin tak berdaya dan semakin membuatku terpuruk dari yang terpuruk. Setelah aku utarakan semuanya ternyata perasaan bersalah ini masih dan akan tetap selalu ada di hati dan akan terus menyiksaku sampai aku jatuh dan nggak bisa lagi berbuat apapun dan hanya mengandalkan dari belas kasih mereka yang dengan rela memberikan belas kasihnya padaku.

Pernyataan yang skeptis. Memang, all this makes me despair. Ingin rasanya aku meneriakan semuanya dan membuang semua apa yang aku rasakan. Tapi, bibir ini rasanya kelu! Tangan dan kaki ini rasanya lemas untuk melakukan semua itu! Aku selalu menjadi orang yang nggak berguna sama sekali! Aku adalah orang yang sangat pengecut! Nggak bisa diandalkan sama sekali!

Aku memang pengecut dan nggak berani untuk melihat kedepan!

Monday, February 21, 2011

21.02.2011..part 2

Gini toh rasanya kalau sedang diombang ambing yang namanya nggak ada status?? Banyak banget perasaan2 yang bermunculan, mulai dari perasaan bersalah yang membuncah, perasaan takut, dan perasaan2 yang makin membuat aku jadi nggak bisa bersikap seperti nggak ada apa2. Bingung, takut, serba salah semuanya campur aduk dan meminta untuk dikeluarkan.

Tapi, aku sendiri nggak tau bagaimana caranya untuk mengeluarkan semua perasaan2 ini. Otakku benar2 buntu alias nggak bisa dibuat berpikir sama sekali. Pikiranku selalu melanglang buana kemana2. 

Capek? Pasti!
Putus asa? Pasti!

Pengen rasanya teriak sekencang mungkin dan mengeluarkan semua uneg2 yang ada di kepala ini! Pengen rasanya aku pergi dari dunia ini..
Nggak sanggup lagi rasanya..

Sunday, February 20, 2011

21.02.2011

Akhirnya setelah aku pendam sendiri perasaan bersalah ini dan semua apa yang aku rasakan, aku pun akhirnya utarakan juga.
Tapi aku sendiri masih belum tau reaksi yang akan muncul seperti apa, soalnya aku bilangnya via email.

Jujur, saat ini aku deg-degan banget! Aku nggak tau gimana reaksi papah waktu baca emailku itu. Tapi daripada aku terus2an pendam lebih baik aku utarakan meski itu lewat email dan nggak face to face.
Aku emang pengecut banget karena nggak berani bilang secara langsung dihadapan papah, tapi ya sudahlah sekarang aku merasa sedikit ringan karena apa yang aku rasakan sebagian sudah aku utarakan.

Semoga reaksi yang dikasih nggak lebih buruk dari apa yang aku bayangkan. Aku nggak tau gimana nantinya kalau itu lebih buruk dari yang aku bayangkan.


Ya Allah, aku harap semuanya akan menjadi baik2 saja setelah apa yang aku lakukan saat ini dan apa yang sudah menjadi keputusanku tidak akan membuatku menyesal di kemudian hari..
Amien..

Friday, February 18, 2011

..inginku..

Ingin kutapaki jalan kecil itu, tapi kaki ini lemah 'tuk melangkah..
Ingin kugapai langit biru, tapi tangan ini begitu lunglai..
Ingin kurasakan semilir angin, tapi tubuh ini tlah mati rasa..
Ingin kutatap dunia ini, tapi terlalu silau di mataku..

Thursday, February 17, 2011

Ingin aku..

Ingin aku buang semua atribut ini..
Ingin aku menghilang dari dunia ini..
Ingin aku hapus seluruh ingatanku..
Ingin aku tetap berada dalam dunia khayalanku..
Inginku..

Wednesday, February 9, 2011

10.02.2011

"Ketika kuterjaga dari tidur malamku..
Sang mentari terlihat malu 'tuk menampakkan sinarnya..
Hanya embun menghias permukaan rerumputan..
Semerbak bau embun menyeruak kedalam hidung dan paru-paruku.."



Sepenggal puisi pagi yang sempat aku tulis tapi nggak sempat aku lanjutkan. Banyak hal aku pikirkan saat ini serta perasaan bersalahku yang selalu muncul meski aku buang jauh. 
Aku sendiri nggak tau harus cerita dari mana, karena banyak banget yang ada diotakku. Mulai permasalahan kuliahku sampe perasaan bersalahku ke kedua orang tuaku.

Sampai detik ini, aku masih belum bisa mengutarakan keinginanku untuk transfer ke universitas lain kepada kedua orang tuaku. Hatiku mengatakan aku bisa menyelesaikan kuliahku ini jika aku transfer, tapi dalam diriku rasanya ada perang batin antara "aku" dan "diriku" yang lain. 

Sepertinya "aku" masih ragu dengan keputusan ini, tapi "diriku" yang lain sangat optimis, hanya saja ragu untuk bilang ke kedua orang tuaku soal hal ini. Di dalam "diriku" yang lain ini meragu dengan apa yang akan dikatakan kedua orang tuaku. Apalagi, saat ini Papah sudah pindah ke Pontianak karena tugas kantor. Sementara aku sendiri sangat optimis untuk bisa menyelesaikan kuliahku kalau aku harus transfer.

Jujur, aku takut kalau aku harus berhadapan dengan orang tuaku, apalagi sama Papah. Setiap aku ingin bilang soal perasaanku dan harapanku ke orang tuaku, selalu ujung-ujungnya menciut lagi. Aku selalu merasa takut kalau nanti apa yang akan aku katakan tidak akan pernah disetujui oleh orang tuaku, aku takut kalau apa yang aku inginkan nanti tidak dapat membuat mereka mengerti tentang keinginanku. Aku takut untuk berbicara kepada mereka.

Dalam hati, aku sudah nggak sanggup kalau aku terus-menerus memendam apa yang aku rasain, tapi aku sendiri selalu meragu dan meragu. 

Seandainya mereka membaca blog ini, apa yang akan mereka rasakan? Aku nggak tau, karena mereka nggak tau blog ini. Aku nggak pernah kasih tau soal blog ini, bukan apa-apa sih. Tapi aku sendiri yang nggak mau kasih tau.

Duh, rasanya aku pengen teriak sekeras mungkin!! Aku pengen melampiaskan apa yang aku rasain saat ini, tapi aku sendiri bingung harus dilampiaskan kemana??

Aku mau bilang kalau aku mau transfer, tapi aku sendiri bingung harus mengatakannya dari mana!
Masa aku bilang seperti ini, "Pah Ma, aku mau transfer kuliah!" atau aku bilang seperti ini, "Pah Ma, aku mau transfer kuliah tapi aku nggak mau Papah sama Mama tanya alasanku!".
Huh! Yang benar aja, yang ada aku langsung dibilang nggak punya tata krama atau nggak punya aturan, terus ujung-ujungnya pasti "perkuliahan" dimulai selama berjam-jam.

Ya Allah, aku harus gimana??

Thursday, January 20, 2011

21.01.2011

Judgement..judgement..judgement..dan judgement..

Dalam sehari ini aku selalu dengerin kata2 yang men-judgement sama seseorang.
Ada yang bilang, si A munafik lah.. si B begini lah.. si C begitu lah..
Sebenernya heran juga sih..
Apa yang selalu dicari kebanyakan orang yang sering banget men-judgement orang lain..
Padahal sebenarnya dirinya sendiri juga belum tentu bener kan??

Don't judge the book from the cover..
Itu istilah yang sering aku denger dan sering banget liat dan mendengar orang-orang yang sering men-judgement..

Tuesday, January 4, 2011

05.01.2011

George Gordon, Lord Byron (1788-1824)
"She Walks in Beauty"

1
She walks in beauty, like the night
Of cloudless clime and starry skies;
And all that's best of dark and bright
Meet in her aspect and her eyes:
Thus mellowed to that tender light
Which heaven to gaudy day denies.

2
One shade the more, one ray the less,
Had half impaired the nameless grace
Which waves in every raven tress,
Or softly lightens o'er her face;
Where thoughts serenely sweet express,
How pure, how dear their dwelling-place.

3
And on the cheek, and o'er that brow,
So soft, so calm, yet eloquent,
The smiles that win, the tints that glow,
But tell of days, in goodness spent,
A mind at peace with all bellow,
A heart whose love is innocent!


Memang puisi yang indah..
I accidentally found this poem in the novel I'm reading..
Seketika kutulis ulang puisi ini di blog ini sambil berharap akan ada seorang pangeran tampan berkuda putih datang untuk memberikan puisi ini dengan sepenuh hatinya..

I'm imagining, right??
Nggak ada pangeran tampan berkuda putih di zaman sekarang!
Yang ada hanya seorang cowok tampan dengan mobil mewahnya dan berdompet tebal..
So materialistic, right??
Ya, memang dan harus!
Di dunia ini uang sangat berjaya, bisa membeli apapun yang ada di dunia ini..
Rumah?
Mobil?
Sepatu atau tas dengan merk mahal?
Atau perhiasan emas dengan bertahtakan berlian??
Semuanya bisa dibeli jika uang memihak pada kita..
Hanya saja, banyak orang di dunia ini yang tidak memilikinya..
Uang hanya berpihak pada sekelompok orang yang berdasi dan memiliki obsesi tinggi untuk terus menimbun hartanya..

Tapi sebenarnya, uang juga berpihak pada siapa saja, asalkan kita sebagai manusia memiliki semangat, daya juang, kreativitas tinggi, dan otak untuk meraihnya..
But the last and most important is PRAYER and HARD WORK!!

Kalau kita cuma punya semangat, daya juang, kreativitas, dan otak, tapi nggak ada doa dan kerja keras, that would be nonsense!!

Merasa tersindir nih, tapi nggak papa daripada nggak tersindir sama sekali kan?

Hey, its intention was willing to discuss a poem that I found earlier, yet it is so far off the mark?
Hmm, okay and no problem!
I just write what is on my mind ..
Although a bit skeptical but I don't care!

OK, please enjoy to read!
But must be thought out and impregnated fine!


regards,

White Lily 

Sunday, January 2, 2011

Di Persimpangan Kehidupan...

Ketika sebuah ketakutan semakin membuncah...
Ketika kegelisahan mulai mendesak...
Dan ketika sebuah kebimbangan muncul di persimpangan...

Bukan persimpangan biasa...
Bukan kebimbangan biasa...
Dan bukan kegelisahan biasa...

Persimpangan yang menghubungkan jalur kehidupan...
Persimpangan yang menghubungkan jalur dimensi masa depan...
Persimpangan yang menghubungkan jalur keceriaan, cahaya terang...

03.01.2011

3th day in 2011..

Makin mendesakku untuk berucap...
Mendesakku untuk berungkap...

Kapan aku harus mengatakannya???
Tapi perasaan takut ini semakin membuncah...
Perasaan bersalah ini semakin membumbung tinggi...

Apa yang aku tunggu??
Aku tak tau...
Dalam diri ini semakin mendesakku...
Ingin keluar dari kungkungan siksa batin...