"Ketika kuterjaga dari tidur malamku..
Sang mentari terlihat malu 'tuk menampakkan sinarnya..
Hanya embun menghias permukaan rerumputan..
Semerbak bau embun menyeruak kedalam hidung dan paru-paruku.."
Sepenggal puisi pagi yang sempat aku tulis tapi nggak sempat aku lanjutkan. Banyak hal aku pikirkan saat ini serta perasaan bersalahku yang selalu muncul meski aku buang jauh.
Aku sendiri nggak tau harus cerita dari mana, karena banyak banget yang ada diotakku. Mulai permasalahan kuliahku sampe perasaan bersalahku ke kedua orang tuaku.
Sampai detik ini, aku masih belum bisa mengutarakan keinginanku untuk transfer ke universitas lain kepada kedua orang tuaku. Hatiku mengatakan aku bisa menyelesaikan kuliahku ini jika aku transfer, tapi dalam diriku rasanya ada perang batin antara "aku" dan "diriku" yang lain.
Sepertinya "aku" masih ragu dengan keputusan ini, tapi "diriku" yang lain sangat optimis, hanya saja ragu untuk bilang ke kedua orang tuaku soal hal ini. Di dalam "diriku" yang lain ini meragu dengan apa yang akan dikatakan kedua orang tuaku. Apalagi, saat ini Papah sudah pindah ke Pontianak karena tugas kantor. Sementara aku sendiri sangat optimis untuk bisa menyelesaikan kuliahku kalau aku harus transfer.
Jujur, aku takut kalau aku harus berhadapan dengan orang tuaku, apalagi sama Papah. Setiap aku ingin bilang soal perasaanku dan harapanku ke orang tuaku, selalu ujung-ujungnya menciut lagi. Aku selalu merasa takut kalau nanti apa yang akan aku katakan tidak akan pernah disetujui oleh orang tuaku, aku takut kalau apa yang aku inginkan nanti tidak dapat membuat mereka mengerti tentang keinginanku. Aku takut untuk berbicara kepada mereka.
Dalam hati, aku sudah nggak sanggup kalau aku terus-menerus memendam apa yang aku rasain, tapi aku sendiri selalu meragu dan meragu.
Seandainya mereka membaca blog ini, apa yang akan mereka rasakan? Aku nggak tau, karena mereka nggak tau blog ini. Aku nggak pernah kasih tau soal blog ini, bukan apa-apa sih. Tapi aku sendiri yang nggak mau kasih tau.
Duh, rasanya aku pengen teriak sekeras mungkin!! Aku pengen melampiaskan apa yang aku rasain saat ini, tapi aku sendiri bingung harus dilampiaskan kemana??
Aku mau bilang kalau aku mau transfer, tapi aku sendiri bingung harus mengatakannya dari mana!
Masa aku bilang seperti ini, "Pah Ma, aku mau transfer kuliah!" atau aku bilang seperti ini, "Pah Ma, aku mau transfer kuliah tapi aku nggak mau Papah sama Mama tanya alasanku!".
Huh! Yang benar aja, yang ada aku langsung dibilang nggak punya tata krama atau nggak punya aturan, terus ujung-ujungnya pasti "perkuliahan" dimulai selama berjam-jam.
Ya Allah, aku harus gimana??
No comments:
Post a Comment